JMHS, LUNCURKAN PRODUK KEMASAN BARU

Seiring dengan permintaan pasar, Jaringan Madu Hutan Sumbawa (JMHS) mencoba menyikapi hal tersebut. Sebagai langkah pertamnya, JMHS mencoba menawarkan produk pengemasan madu model lain. Menurut Ir. Nur’aini Ketua JMHS, mungkin kemasan madu yang ini pertama untuk skala Sumbawa, bahkan Nusa Tenggara. Hal tersebut diakui oleh Julmansyah, S.Hut Fasilitator JMHS, menurut sebagai bagian dari dinamika pasar, JMHS harus membenahi dan mereposisi produknya. Menurut Julmansyah, JMHS tidak hanya memasarkan madu petani dengan system tiris dan lestari skala besar akan tetapi untuk menjaga emosi pasar lokal, JMHS mengambil langkah dengan meluncurkan produk pengemasan baru.
“Melalui proses dukungan dari EGP IUCN, JMHS juga sedang mengembangkan produk lilin yang berasal dari bahan baku lebah hutan, bahkan juga sedang memikirkan proses sertifikasi organik”, ujar Julmansyah, S.Hut. Kedepan diperlukan langkah yang lebih serius untuk membantu petani madu hutan Sumbawa, mengingat para spekulan atau tengkulak madu datang dengan strategi baru sehingga akan melemahkan posisi petani di desa-desa.
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Logo JMHS

Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Sumbawa Honey - Sustainable Harvesting and Hygienic Filtering

The majority of Sumbawa forest dwelling peoples are dependent on forest honey for their livelihoods. From tall trees on slopes or in the forest valley, these people climb and risk their lives to harvest honey.

Communities hand-in-hand with the Sumbawa Forest Honey Network (JMHS - Jaringan Madu Hutan Sumbawa), with assistance from the Indonesian Forest Honey Network (JMHI - Jaringan Madu Hutan Indonesia), have changed their methods of honey processing from a squeezing method to a filtering method to maintain the quality of the honey. On the harvesting side, they are practicing sustainable harvesting methods.

Since then, buyer from all level of area and company recognize JMHS as a trusted source of high quality forest honey. At the regency level, the Regent proudly supports this effort to make forest honey as the icon for Sumbawa and Honey Day initiatives.

See more on NTFP (http://www.ntfp.org), JMHI (http://www.ntfp.or.id), JMHS (http://kesuaning.blogspot.com), and Gekko Studio (http://www.gekkovoices.com)

Copyright © NTFP and Gekko Studio 2008
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Madu alam asli - Cahaya Robusta
Madu alam asli cap kesu aning produksi cahaya robusta adalah madu pohon Boan di kawasan hutan/kawasan perkebunan kopi rakyat Batulanteh (Desa Riu Tepal, Desa Punik dan Batudulang.
Produk madu ini sudah menerapkan proses panen lestari (untuk melestarikan populasi lebah hutan) dan menggunakan proses tiris tanpa peras tangan (untuk menjaga kualitas madu yang dihasilkan).
Dengan aroma, rasa dan warna yang beraneka ragam yang sangat tergantung pada waktu/musim panen, tinggi rendahnya pohon serta tempat/lokasi. Produk madu ini dibawah koordinasi dan pengawasan Jaringan Madu Hutan Sumbawa (JMHS).
Manfaat dari madu ini antara lain : meningkatkan daya tahan tubuh dan kecerdasan, meningkatkan vitalitas, memperlancar pencernaan dan juga untuk bahan kosmetik/kecantikan.

Katalog Produk:
Wilayah Asal: Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
Harga: Rp. 25.000
Cara Pembayaran: Transfer Bank (T/T)
Kemas & Pengiriman: 650 ml

Untuk Pemesanan=
Nama: Ibu Ir. Nuraini [Direktur/CEO/Manajer Umum]
E-mail: ir_nuraini@telkom.net
Nomer HP: 62-085253631875
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Labels: , | | edit post
Madu Hutan: Potensi Bagi Pengembangan Produk Organik
Potensi madu hutan Apis dorsata di Indonesia mencapai 200 ton per tahun, sementara daya serap pasar lokal hanya 13 persennya saja. Perlu pengembangan akses pasar, keragaman produk dan meningkatkan mutu madu hutan.

Hal inilah yang mendorong beberapa LSM pendamping produsen madu hutan menginisiasi terbentuknya Jaringan Madu Hutan Indonesia (JMHI) pada tanggal 23 September 2005 di Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Madu hutan dihasilkan dari lebah Apis dorsata yang mencari makan dari bunga-bunga tanaman di hutan dan membentuk sarangnya di dahan-dahan pepohonan di hutan. Aktifitas mencari makan lebah Apis dorsata ini berkontribusi bagi keragaman hayati di kawasan hutan. Sarang lebah Apis dorsata dapat dimanfaatkan sebagai madu, lilin dan produk lainnya yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar hutan. Pengembangan madu hutan ini membantu program konservasi hutan karena secara tidak langsung melibatkan masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan di mana sarang lebah Apis dorsata berada yang menjadi sumber pendapatan masyarakat.

Madu hutan berpotensi untuk dikembangkan menjadi produk organik, karena dibudidayakan secara lestari di kawasan hutan yang dari asalnya memang dikelola secara alami.

JMHI menyepakati standar madu hutan Apis dorsata yang menjadi acuan mutu madu hutan di Indonesia. Standar ini mengacu pada proses produksinya, karena proses produksi mempengaruhi kualitas mutu produk madu hutan. Kesepakatan lainnya yang dihasilkan dari pertemuan ini adalah mekanisme monitoring kualitas madu dan mekanisme pasar madu hutan antar anggota jaringan. (*agung prawoto)

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi:
Sekretariat Jaringan Madu Hutan Indonesia
Yayasan Riak Bumi
Jl. Putri Dara Hitam Gg. Tani I No. 26
Pontianak 78116,
Kalimantan Barat
Tel./Fax. + 62 561 737132
Email: riakbumi@pontianak.wasantara.net.id


Sumber:
http://www.biocert.or.id/infoguide-info.php?menu=info&id=72
Stumble
Delicious
Technorati
Twitter
Facebook
Labels: | | edit post


Jaringan Madu Hutan Sumbawa (JMHS)

Jl. Sultan Kaharuddin No. 46A
Sumbawa Besar 84351,
Nusa Tenggara Barat
Indonesia
Telpon: 62-0371-625783
Faks: 62-0371-625783

  • ShoutMix chat widget

    Followers